Catatan Kak Milen: Belajar Mencintai Diri Sendiri, Pelan-Pelan



Catatan Kak Milen: Belajar Mencintai Diri Sendiri, Pelan-Pelan

Ada masa di mana aku begitu mudah mencintai orang lain, tapi lupa bagaimana caranya mencintai diri sendiri. Aku bisa memaafkan kesalahan orang lain, memahami kekurangan mereka, tapi ketika giliran diriku sendiri—aku justru paling keras menilai.

Pelan-pelan, aku belajar bahwa mencintai diri sendiri juga butuh proses.

Self-Love Tidak Selalu Berisik

Mencintai diri sendiri tidak selalu tentang afirmasi keras atau kepercayaan diri yang meluap-luap. Kadang, self-love hadir dengan cara yang sangat sederhana.

Seperti:

  • Mengizinkan diri untuk lelah
  • Tidak memaksa diri selalu kuat
  • Berhenti menyalahkan diri atas hal-hal di luar kendali

Hal kecil, tapi berarti.

Aku Tidak Harus Sempurna untuk Layak Dicintai

Dulu aku berpikir, aku harus menjadi versi terbaik dulu baru pantas dicintai—oleh orang lain, bahkan oleh diriku sendiri. Tapi ternyata, aku layak dicintai bahkan saat belum sempurna.

Aku layak dicintai saat:

  • Melakukan kesalahan
  • Merasa bingung
  • Tidak tahu harus melangkah ke mana

Karena manusia memang tidak diciptakan untuk sempurna.

Belajar Berbicara Lebih Lembut pada Diri Sendiri

Aku menyadari satu hal: kata-kata yang aku ucapkan ke diri sendiri sering kali jauh lebih kejam daripada kata-kata yang akan aku ucapkan ke orang lain.

Sekarang aku sedang belajar menggantinya:

  • Dari "kenapa aku selalu gagal?"
    menjadi "aku sedang belajar"
  • Dari "aku tidak cukup"
    menjadi "aku sudah berusaha"

Nada bicara pada diri sendiri sangat menentukan cara kita bertahan.

Mencintai Diri Sendiri Bukan Berarti Egois

Self-love sering disalahartikan sebagai egois. Padahal, mencintai diri sendiri justru membuat kita:

  • Lebih sehat secara emosional
  • Lebih jujur dengan batasan diri
  • Lebih tulus saat mencintai orang lain

Kita tidak bisa menuang dari gelas yang kosong.

Ada Hari di Mana Aku Masih Berjuang

Aku tidak selalu berhasil mencintai diri sendiri setiap hari. Ada hari di mana aku kembali ragu, kembali membandingkan, kembali merasa kurang.

Dan itu tidak apa-apa.

Self-love bukan garis lurus. Ia naik-turun, dan itu manusiawi.

Penutup: Untuk Diriku, dan Mungkin Juga Untukmu

Jika hari ini kamu merasa sulit mencintai diri sendiri, aku ingin kamu tahu: kamu tidak gagal. Kamu hanya sedang belajar.

Pelan-pelan saja.
Satu napas, satu langkah.

Kita layak dicintai—termasuk oleh diri kita sendiri.

— Kak Milen 🤍


🎨 😊

Comments

Popular posts from this blog

Resep Masakan Favorit di Rumah: Praktis dan Lezat

Tidak Semua Hal Harus Sempurna, dan Itu Tidak Apa-Apa

Cerita di Balik Secangkir Kopi: Waktu Terbaik untuk Berdamai dengan Diri Sendiri